idngaming.com – Kabar mengejutkan datang untuk penggemar mitologi Nordik, jadwal rilis God of War Laufey Diundur resmi dikonfirmasi Santa Monica Studio. Judul yang awalnya dipatok meluncur 16 Februari 2027 kini bergeser ke 20 Mei 2027 eksklusif di PlayStation 5. Keputusan itu disampaikan langsung lewat akun X resmi studio, membalikkan ekspektasi yang sudah dibangun sejak San Diego Comic-Con Juli lalu. Dari sisi redaksi, langkah ini terasa berani tapi masuk akal, apalagi dengan skala dunia baru yang mereka janjikan.

Konfirmasi Langsung Dari Santa Monica Studio
Santa Monica tidak bertele-tele. Lewat cuitan di X, mereka bilang antusiasme fans begitu besar, jadi tim butuh waktu ekstra untuk poleshan maksimal supaya gim benar-benar menyentuh potensi penuh. Bahasa mereka santun, tidak ada drama. Mereka sadar ekspektasi terhadap waralaba ini langit, apalagi ini pertama kalinya bukan Kratos yang pegang kapak. Pesan itu langsung viral, ribuan retweet dalam hitungan jam, dengan balasan mayoritas mendukung keputusan tersebut.
Kalau ditarik mundur, proyek ini pertama kali diumumkan di San Diego Comic-Con 2026 bulan Juli. Saat itu panggung meledak. Trailer singkat menampilkan sosok Faye berjalan di lorong cahaya Everywhen, lokasi mistis tempat para dewa ngumpul. Jadwal awal 16 Februari 2027 langsung dicatat kalender. Banyak yang sudah ambil cuti, nabung, bahkan siapin build PC meski ini eksklusif PS5. Kini kalender itu harus dicoret ulang, diganti pertengahan tahun.

Kenapa Harus Mundur Tiga Bulan Penuh?
Alasan teknis jelas disebut, tapi redaksi membaca ada kalkulasi bisnis juga. Kuartal pertama 2027 itu neraka rilis. Cek sendiri kalender, ada Stranger Than Heaven, Until Dawn 2, Metro 2039, Tomb Raider: Legacy of Atlantis, Persona 4 Revival, Fable. Semua haus perhatian. Memberi ruang bernapas bagi judul seambisius ini justru langkah cerdas. Daripada tenggelam di tengah badai hype, lebih baik datang di Mei saat napas gamer sudah lega. Kondisi ini mirip dengan daftar game yang diumumkan di State of Play 2026 yang juga saling tabrak jadwal dan bikin audiens terpecah.
Dari sisi produksi, Everywhen bukan map biasa. Santa Monica membangun hub antar dimensi dengan vertikalitas gila, puzzle berbasis waktu, plus sistem tempur Faye yang beda total dari Kratos. Faye pakai sihir Giant, bukan otot. Itu butuh mekanik eksplorasi dan balancing baru. Sumber internal menyebut area Everywhen punya aturan fisika yang berubah tiap jam, jadi QA butuh waktu lebih panjang. Mundur tiga bulan memberi ruang debug tanpa harus crunch gila-gilaan, menjaga kualitas animasi dan stabilitas frame rate.
Faye Jadi Bintang Utama, Kratos Menepi
Ini momen bersejarah buat franchise. Untuk pertama kalinya, Kratos bukan jagoan utama. Cerita fokus ke Faye, istri Kratos yang selama ini hanya muncul di flashback dan lore. Di komik dan dialog Ragnarok, Faye digambarkan sebagai Giant terakhir yang cerdas, strategis, penuh rahasia. Spin-off ini bakal bongkar masa mudanya, perjalanannya ke Everywhen, tempat berkumpulnya dewa dari berbagai panteon. Risikonya besar, ekspektasi juga tinggi, tapi potensi narasi jauh lebih segar.
Yang bikin unik, Faye ditemani Slime kubus misterius, makhluk pendamping yang bisa berubah bentuk jadi senjata, platform, bahkan kompas narasi. Bocoran dari SDCC menyebut kubus ini punya kepribadian usil, jadi ada dinamika buddy-movie. Bayangkan Last Guardian tapi lebih magis. Detail seperti ini butuh animasi ekstra halus, makanya wajar kalau studio minta waktu. Kalau kamu main di konsol, cek dulu perbedaan PS5 Slim dan versi Fat biar performa Everywhen tetap mulus di 60fps tanpa drop di area padat partikel.
| Aspek | Jadwal Semula | Jadwal Revisi | Platform |
|---|---|---|---|
| Pengumuman | SDCC Juli 2026 | Update X Nov 2026 | Global |
| Tanggal Rilis | 16 Februari 2027 | 20 Mei 2027 | PS5 Eksklusif |
| Lokasi Utama | Everywhen | Everywhen – Expanded | Lore Baru |
| Fokus Dev | Reveal Awal | Final Polishing | Santa Monica |
Dampak Mundurnya Jadwal Bagi Peta Rilis PlayStation
Penundaan ini punya efek domino. Bagi Sony, menggeser rilis eksklusif dari Februari ke Mei mengubah peta fiskal Q4 mereka. Februari biasanya jadi bulan pembuktian hardware, Mei lebih ke persiapan summer showcase. Dengan pindah ke Mei, PlayStation 5 dapat amunisi segar untuk menjaga engagement setelah semua rilis besar Q1 reda. Strategi rilis seperti ini pernah dipakai Ghost of Tsushima dulu, dan hasilnya penjualan lebih stabil karena tidak tergerus judul lain.
Di sisi pemain, reaksi terbelah. Ada yang kecewa karena sudah siapin backlog, ada yang lega karena dompet bisa napas. Di forum, banyak yang bilang lebih baik telat tapi matang daripada cepat tapi bug. Komunitas God of War di Reddit dan X menunjukkan reaksi campur aduk, meme soal Faye nyasar di Everywhen gara-gara GPS error malah jadi trending. Sentimen positif masih dominan, sekitar 70% mendukung keputusan studio untuk tidak buru-buru. Antusiasme terhadap jajaran game PS5 terbaik tetap tinggi, jadi jeda ini tidak mematikan hype.
Apakah Keputusan Ini Justru Jadi Berkah?
Pengalaman redaksi idngaming.com melihat pola yang sama selama 10 tahun terakhir. Game yang mundur 2-3 bulan dengan komunikasi jujur hampir selalu berakhir dengan skor di atas 85 di Metacritic. God of War Ragnarok sendiri sempat molor, hasilnya? kualitas akhir luar biasa, minim bug hari pertama. Santa Monica belajar dari kasus God of War Ragnarok yang dulu ditekan jadwal. Kali ini mereka pilih jaga kesehatan tim dan kualitas, bukan kejar kalender. Itu sinyal kedewasaan studio.
Persaingan di awal tahun memang tidak main-main. Stranger Than Heaven dari RGG bawa pendekatan detektif neo-noir, Until Dawn 2 janji horor interaktif lebih brutal, Metro 2039 bawa survival irradiated, belum lagi Persona 4 Revival yang nostalgia-nya kuat dan Fable yang reboot total. Kalau kisah Faye dipaksa rilis di tengah keramaian itu, media dan streamer pasti terpecah fokusnya. Mei memberi panggung kosong, spotlight penuh, algoritma YouTube dan Twitch juga lebih ramah.
Ke depan, proyek ini bisa jadi pintu masuk semesta baru. Kalau Everywhen dieksekusi dengan benar, Santa Monica punya hub untuk menghubungkan panteon Yunani, Nordik, bahkan Mesir di masa depan tanpa harus selalu pakai Kratos. Spin-off Faye berpotensi jadi trilogi kecil, jembatan narasi sebelum God of War 6. Itu semesta baru yang lebih fleksibel, tempat karakter perempuan Giant jadi pusat, bukan sekadar pelengkap lore suami. Potensi DLC berbasis dewa-dewa Everywhen juga terbuka lebar.
Buat kamu yang sudah nggak sabar, tahan dulu hype-nya, pantau terus update build, trailer gameplay lanjutan, dan info pre-order. Tim kami di idngaming.com bakal kupas tuntas tiap bocoran resmi, analisis lore Everywhen, dan perbandingan performa di tiap model PS5. Stay tune biar nggak ketinggalan detail penting menjelang Mei 2027.












